[FF] I Love You, Ahjussi (Chapter 2)

Adakah yang menunggu chapter 2 ini FF :D

Mungkin ini FF hanya sampai di chapter 4 atau nggak 5 doang T^T /karena ide bikin FF baru semakin banyak :D

Yang kangen, check it out^^ ;)

“[FF] I Love You, Ahjussi (Chapter 2)”

Title                : I Love You, Ahjussi

Author            : Yuli Indraini

Twitter      : @yuli_1207

Facebook : Yuli Indraini

Main Cast       : Im Yoon Ah dan Choi Siwon

Other Cast      : – Donghae
- Kyuhyun
- Lee Min Ho
- Changmin
- Yunho, and other.

Genre              : Romance, Friendship, Family, other

Rate                : General

Disclaimer      : Semua cast adalah milik Tuhan dan keluarganya :D

Please don’t bash and don’t be Silent Readers, PLAGIATOR NOT ALLOWED

 

Chapter Sebelumnya..

“Ada apa denganku, kenapa dadaku sakit sekali” gumam yoona lirih
“Waeyo?” Tanya Minho menghampiri dan melihat kearah yang dilihat oleh Yoona.
Yoona menggeleng. “Kajja, kita ke kasir Minho-ya”

Minho yang tadinya mengikutin arah pandang Yoona pun merasa aneh dengan sikap Yoona, tapi mungkin itu tidak penting baginya.

End.

Author POV

Setelah membeli buku bersama Donghae, Kyuhyun dan Lee Minho , Yoona duduk berdiam diri. Memikirkan hal yang baru saja dia alami.

“Huh, ada apa dengan jantungku. Dadaku sesak sekali. Hiks..hikss..” Pertahanan yoona pun runtuh seketika membayangkan kembali apa yang baru saja dia lihat dan dia dengarkan. “Ahjussi, apa aku mulai mencintaimu?” ujar yoona lirih sambil memukul dadanya

“Apa yang harus aku lakukan sekarang, ini semua salahku. Seharusnya aku tidak percaya dengan omongan Ahjussi itu” yoona yang kesal pun bertekad untuk mengerjai Ahjussi.

“Awas saja, jika nanti ahjussi sampai rumah aku tidak akan menyapanya”

Author POV End

~~~

Siwon POV

Aku masuk kedalam rumahku yang sangat gelap. Apa Yoona belum pulang?  Tapi bukankah sekarang sudah lewat jam makan malam. mungkin dia sudah tidur? Aiish, semua ini karena Stella. Kalau dia tidak memaksa untuk makan malam dengannya, aku tidak mungkin pulang jam segini. Aku menghidupkan lampu rumahku lalu berjalan menuju kamar kami. Saat aku membuka pintu, nihil. Tidak ada orang.
“Yoona, Yoona, Yoona-ya” Panggilku sambil berjalan menuju kamarnya dan hasilnya juga nihil. Apa dia benar-benar belum pulang. Aku meraih ponsel disakuku dan menghubunginya. Berkali-kali aku menghubunginya tapi Yoona tidak mengangkatnya. Tidak biasanya dia seperti ini. Aku pun segera menelpon YoonHee noona.

“Anio. Yoona tidak disini. Waeyo?”

“Aniyo. Gomawo, noona.”

Aku menghela nafas. Kemana dia? Aigoo, kenapa aku begitu mengkhawatirkannya? Apa aku benar-benar menyukainnya? Aku menggelengkan kepalaku. Tidak, tidak, tidak mungkin. Tapi kalau itu benar bukankah itu bagus untuk pernikahan kami.

“TING..TONG”

Terdengar suara bel rumah kami. Aku pun langsung menuju pintu utama tanpa melihat intercom. “Nuguseyo?” ujarku membuka pintu dan melihat seorang namja sedang mengendong Yoona dipunggungnya.

“Mianhee, saya Lee Minho. Saya hanya ingin mengantar Yoona, Ahjussi”. Aku mengangguk hendak menyambut Yoona. “Dimana kamarnya? Aku akan mengantarkannya?”. Aku terdiam lalu masuk mengantarkannya kedalam kamar. Dengan lembut namja itu menaruh Yoona dikasur tidak lupa ia menyelimuti tubuh Yoona hingga dada. Entah kenapa hatiku sakit melihat ini.
“Jaljayo, rusa.” ucapnya sambil mengelus rambut Yoona. Minho mendekatiku. “Annyeong.” Aku mengangguk. “Kenapa dia bisa seperti itu?” tanyaku saat mengantarkannya keluar.

Namja itu mengangkat bahu. “Setelah pulang dari toko buku. Yoona mengajak kami untuk kesungai Han hingga ia tertidur.” “Apa dia memang seperti itu?”
Namja itu mengangguk sambil tersenyum. “Dia akan tidur setiap kali kami ke Sungai Han. Alasannya, karna angin sejuk Sungai Han itu membuatnya mengantuk. Dasar yeoja aneh.” Ucap Minho sambil tersenyum.

Aku manggut-manggut mengerti. “Gomawo sudah mengantarkannya.”
“Sebagai sahabat, aku pasti akan menjaganya.” Jawabnya lalu masuk kedalam mobilnya.
Aku menghela nafas kasar. Sepertinya mereka begitu dekat.

==SKIP==

Aku baru saja bangun dari tidurku. Seperti biasa terdengar suara berisik dari arah dapur. Aku menuju kamar mandi lalu keluar kearah dapur. “Masak apa?” tanyaku duduk dikursi belakang meja makan, tidak ada jawaban darinya. Yoona menyibukkan diri dengan masakannya. Aku menghela nafas. Mungkin dia tidak mendengarnya. “Semalam pergi kemana saja bersama Minho?” tanyaku menyantap sarapan. “Mencari buku.” Jawabnya singkat. Ada apa dengannya? Kenapa dia aneh sekali? Bukankah hari ini belum jadwalnya datang bulan-_-. Kali ini kami menyantap sarapan dengan suasana hening tanpa pembicaraan seperti biasanya. “Aku sudah menyiapkan semuanya. Bukankah hari ini kau memiliki rapat penting.” Ujarnya tanpa menghadapku.
Aku mengangguk. Chakkaman, Kau? Tidak biasanya dia memanggilku KAU. Kenapa dia aneh sekali?

Siwon POV End

Yoona POV

Aku sibuk mencorat-coret kertas kosong didepanku. Perasaanku kalut dan pertanyaan selalu datang dikepalaku. Siapa yeoja itu? Kenapa mereka tampak mesra? Apa itu yeojachingunya? Apakah selama ini dia berselingkuh dibelakangku? Mengapa dia begitu tega melakukannya disaat aku sudah belajar untuk menyukainnya?
“Yoong, gwencana?” Minho menyadarkanku. Aku tersenyum lalu mengangguk.
“Rumahmu ini tidak telalu kecil, yoong. apalagi makanan di kulkas sangat lengkap.” ujar Kyuhyun.
“Nee. Ahjussi itu selalu mengisinya.”
“Wah, ahjussi itu baik sekali.” Sahut Donghae.
Aku tersenyum hambar. Aku tidak tahu apa dia benar-benar baik atau hanya untuk pura-pura baik.
“Kau sedang ada masalah?” Tanya Minho. Ini yang kusukai darinya, meskipun sikapnya dingin. Dia begitu perhatian denganku.
Aku menggeleng. “Aku hanya memikirkan bagaimana kita kuliah nanti. Kita akan benar-benar berpisah.” Keluhku.
Donghae dan Kyuhyun mengacak rambutku. “Gwencanayo. Bukankah kita akan selalu bersama meskipun jurusan dan fakultas kita berbeda.”
Aku tersenyum dan memeluk mereka bertiga. Sahabat terbaik yang pernah aku miliki, sahabat yang selalu ada disaat aku butuh.

~~~~

“Mwo? Appa dan eonni akan pindah ke Jepang.” Pekikku saat eonni menelponku, aku bisa melihat Siwon oppa melihat kearahku.
“Nee. Kami akan pindah, Yoong. Gwencana?”
“Aigoo, kenapa kalian meninggalkanku sendiri di Seoul.” Rengekku.
“Mianhee, Yoong. bukankah kau sudah menikah. Jadi turuti suamimu.”
“Aiish. kalau tau kalian akan pindah, aku juga tidak mau menikah.” Teriakku kesal.
“Mianhee. Mianhee.”
“Aiish. sudahlah, kapan kalian berangkat?”
“Malam ini. Sekarang kami sedang dibandara.”
“Ya. Im YoonHee.”
Eonni terkekeh. “Sudah ya. Sebentar lagi kami berangkat. Saranghae, saeng.”
Aku mematikan ponselku lalu melemparkannya kesebrang arah. “Aiish, jinjja.”
“Waeyo?” Tanya Siwon oppa yang berada didepan TV.
Aku melepaskan kacamataku lalu menggeleng cepat. “Tidak ada.”
“Kau tidak mau memberitahuku? Aku ini suamimu.”
Aku menghela nafas. Kenapa dia suka sekali mengatakan, ‘Aku ini Suamimu.’ “Kataku tidak ada ya tidak ada.” Jawabku sambil membereskan buku-buku lalu berjalan kekamarku.
Ya, setelah kejadian dia bersama yeoja itu seminggu yang lalu. Aku berusaha bersikap dingin dan acuh padanya. Bahkan aku tidak pernah sama sekali menyapanya, meskipun terkadang hatiku merasa tersiksa tapi egoku sungguh mengalahkan ini semua.

“Jiwon~ah” Panggilku saat Jiwon sudah duduk disofa depan tv.
Jiwon menoleh lalu tersenyum. “Annyeong, kakak ipar.”
Aku tersenyum lalu duduk disebelahnya. “Tumben kamu datang kemari?”
“YoonHee Eonni menyuruhku untuk menjenguk kalian. Katanya kalian punya sedikit masalah.” Jawabnya sedikit sok dewasa.
Aku tersentak, yeoja itu kenapa dia tidak bisa menjaga rahasia. “Berlebihan sekali.”
Jiwon hanya terkekeh. “Mana si samba jelek itu eonn?”
Aku mengangkat bahu. “Mungkin dikamarnya? Biasanya diakhir pekan seperti ini dia sibuk tidur.”
“Ya. Kalian pisah kamar?”
Aku mengumpat diriku. Aigoo, kenapa keceplosan. “Aniyo, saeng. Hanya untuk semalam saja.”
Jiwon menghela nafas. “Kalian bertengkar, eoh?” goda Jiwon.
“Saeng~ah.” Rengekku.
Jiwon terkekeh. Hingga aku teringat dengan yeoja yang bersama Siwon oppa.
“Saeng, apa Siwon oppa memiliki yeojachingu?”
Jiwon menoleh kepadaku. “Waeyo?”
“Aniyo. Aku hanya bertanya.”
Jiwon eonni menerawang. “Dulu saat kuliah Oppa itu pernah berpacaran dengan seorang yeoja tapi mereka putus karena yeoja itu harus pindah ke Amerika.”
“Nugu?”
“Kim Stella, dia sering dipanggil Stella. Chakkaman eonn, aku punya fotonya.” Ujar Jiwon sambil memeriksa ponselnya.
Sepertinya yeoja itu sangat dekat dengan keluarga Siwon oppa.
“ini.” Jiwon memberikan ponselnya.
Omo!!  Aku menutup mulutku. Dia, dia adalah yeoja waktu itu yang kulihat bersama Siwon oppa.
“Waeyo? Kau mengenalnya.”
Aku hendak menjawab tepat bersamaan pintu kamar Siwon oppa terbuka. “Saeng, kenapa kau disini?” tanyanya kaget.
“Aku hanya ingin menjenguk kakak iparku saja, lagian aku tidak ada pekerjaan dirumah Oppa”
Siwon oppa duduk disebelahku. Sepertinya dia sudah mandi karena aku bisa mencium wangi tubuhnya.
“Oh iya Oppa, Aku dengar Stella sudah kembali.” Ujar Jiwon.
Aku melihat kearah Siwon oppa yang tampak santai. “Ne. Dia menemuiku di kantor.”
‘Dan dia juga mengajakmu ke toko buku’ batinku
“Ingat Oppa. Kau itu sudah menikah. SUDAH MENIKAH” ucap Jiwon menekan kata ‘Sudah Menikah’
“Ashh, Ne, saeng. Aku selalu ingat itu, kau tau kau semakin lama, semakin dewasa saja” ujar Siwon oppa tersenyum kepada Jiwon dan mengedipkan matanya kearahku.
Aku hanya tersenyum hambar.

Yoona POV End

Author POV

Yoona, Minho, Donghae dan Kyuhyun sedang berpesta untuk merayakan usainya tes universitas yang mereka lakukan.
“Yeah. Sukses” Teriak keempatnya sambil meniup terompet kecil. Tawa dan canda keluar dari mulut mereka. Terkadang keempatnya menari gaya boyband dan girlband.
“Hari ini secara perdana, pertama kalinya aku ingin minum.” Teriak Yoona.
“Ya. Kau itu yeoja.” Ujar Minho.
“Aiish, hari ini saja Minho.” Sahut Kyuhyun dan disambut anggukan oleh Yoona dan Donghae.
“Baiklah-baiklah. Hanya untuk hari ini saja.” Pasrah Minho.
Yoona, Kyuhyun dan Donghae bersorak lalu cheers bersama sedangkan Minho hanya menggeleng dengan tingkah ketiga sahabat kecilnya itu dan senyuman tak lepas dari bibirnya saat melihat Yoona yang begitu bebas.

~~~~

“Sudah kukatakan jangan menemuiku lagi.” Ujar Siwon pada Stella.
“Wae? Apa oppa sudah memiliki yeojachingu?”
“Ne. Bahkan aku sudah punya istri, Jadi mengertilah” Jawab Siwon kesal.
Stella terkekeh. “Istri. Anak SMA itu oppa bilang istri. Aku yakin kau tidak mencintainya oppa.”
“Aku mencintainya, Stella. Ingat itu.”
Stella kembali terkekeh. “Itu lucu sekali.”
“Keluar dari ruanganku.” Teriak Siwon.
“Kau berubah, oppa. kau bukan Choi Siwon yang kukenal.”
“Ne. Aku memang berubah. Istriku yang merubah sikapku.”
Airmata mengalir dipipi yeoja itu tapi dengan kasar ia menghapusnya lalu keluar dari ruangan Siwon.
“arrrghhh.” Teriak Siwon memegang kepalanya. ‘kenapa jadi seperti ini?’ batin Siwon. Ya. Siwon sudah tau alasan Yoona yang tiba-tiba dingin padanya. Siwon tau dari Jiwon yang sebelumnya diberitahu YoonHee saat Yoona curhat melalui telpon.

“Yoona. Yoona.” Panggil Siwon saat ia masuk kerumah mereka yang tampak sepi.
‘TING TONG’ bel rumah terdengar.
‘Mungkin itu Yoona?’ batin Siwon menuju pintu utama.
“Annyeong, ahjussi.” Sapa Minho dan Kyuhyun yang merangkul Yoona.
“Annyeong. Kenapa dia?” ujar Siwon santai kemudian berubah panik
“Yoona mabuk, Ahjussi” Jawab Kyuhyun.
“Ya. Kenapa kalian menyuruhnya mabuk?” marah Siwon sambil meraih istrinya itu.
“Aku sudah melarangnya tapi dia keras kepala dan tetap minum.” Ujar Kyuhyun
Siwon menghela nafas. “Gomawo sudah mengantarkannya. Kalian boleh pulang.”
Sebenarnya Minho ingin sekali mengantarkan Yoona kedalam kamarnya tapi dia sudah diusir secara halus.
“Baiklah, ahjussi. Kami pamit. Annyeong.”
“Annyeong.” Salam Siwon lalu mengendong Yoona gaya bridal masuk kedalam rumah.

Author POV End

Yoona POV

Aku merenggangkan otot-otot badanku. Sepertinya semalam Minho dan Kyuhyun mengantarkanku pulang dalam keadaan mabuk berat. Aku pun beranjak keluar kamar menuju dapur yang terdengar sangat berisik ditelingaku.
“Kau sudah bangun?” Tanya Siwon oppa dari dapur. Sepertinya hari ini dia yang membuat sarapan. Aku hanya diam sambil meneguk air putihku. Aku melihat Siwon oppa sedang menyajikan sarapan diatas meja. Tapi entah kenapa aku kurang mood untuk menyantap. Jadi, kuputuskan untuk pergi menuju kamarku. “Makanlah dulu. Ada yang ingin kubicarakan.” Ujar Siwon oppa menahan lenganku. Aku menghela nafas lalu kembali duduk. “Mau bicara apa?” “Aku….Aku dan Stella..” Siwon oppa tampaknya sangat gugup. Aku melihatnya dengan penasaran. “Wae?”

“Aku dan Stella tidak punya hubungan apapun lagi. Yang kau lihat di toko buku bukan seperti yang kau lihat. Stella yang memaksaku untuk tetap mengandenganya.” Jelas Siwon. Aku menghela nafas. ‘Im YoonHee..’
Siwon oppa meraih tanganku. “Na-ya, percayalah padaku.”
Aku menepis tangannya kasar, “Aku mandi dulu.” Ujarku beranjak menuju kamarku. Hingga tiba-tiba aku merasakan pinggangku dipeluk oleh seseorang dari belakang. Aku menahan nafasku, kenapa dia begitu nekat seperti ini.
“Aku mohon percayalah padaku. Aku hanya menyukaimu, hanya kau yeoja yang selalu ada dipikiranku.”
Aku menelan ludah, nafasku tercekat. Dia menyukaiku? Apa dia benar-benar menyukaiku? Aku memegang tangannya yang memelukku hendak untuk melepaskan pelukannya tapi Siwon oppa semakin mengeratkan pelukannya itu.
“Percayalah. Aku mohon percaya padaku. Aku berjanji padamu untuk tidak akan menemuinya lagi”
Airmata mengalir dipipiku. Entah kenapa aku begitu terharu dengan caranya kali ini. “Kau menyukaiku, oppa?” tanyaku parau
Aku merasakan kepala Siwon oppa yang menyender dipunggungku mengangguk.

“Ne, kau sudah berhasil nona Im. Kau berhasil membuatku menyukaimu.”
“Kau dan Stella…” Ucapanku terpotong saat Kyu oppa membalikkan badanku lalu mengecup bibirku.  Aku membelalakkan mataku. ‘Dia mengambil ciuman pertamaku’
Siwon oppa akhirnya melepaskan ciuman tanpa balasan dariku. Aku menunduk menahan malu atas sikapnya. “Apa ini ciuman pertamamu?” godanya.
Aku yang menunduk lalu mengangguk. “Ne.”
Siwon oppa terkekeh dan sukses membuatku memukul lengannya.

”Ya. Tidak lucu Tuan. Choi.”
Siwon oppa menghentikan kekehannya lalu memelukku erat. “Percayalah, hanya kau yang ada dihatiku. Hanya kau yang kusukai dan kucintai, Na-ya.”
Entah kenapa aku mengangguk dengan sendirinya dan bibirku tertarik keatas.
“Jadi, mulai malam nanti dan seterusnya. Kau harus tidur denganku, eoh.” Godanya.
Aku melepaskan pelukanku. “Shirreo.” Teriakku.

“Aku belum tau tentang perasaanku padamu.” Jawabku polos dan membuat Siwon oppa terkekeh.
“Kau sudah tau perasaanmu tapi kau saja tidak menyadarinya.”
“Oppa.” rengekku.
Siwon oppa tersenyum. “Buktinya kau cemburu saat melihatku dengan yeoja lain.”
Aku mengeluarkan wajah geramku. “Diam. Jangan mengungkit masalah itu.”
Siwon oppa terkekeh sambil mengacak rambutku. “Aigoo, uri Yoongie sudah besar.”
Aku memanyunkan bibirku lalu berjalan menuju kamarku.
“Bersiaplah. Hari ini aku akan mengajakmu jalan-jalan.” Teriaknya.
Mendengar itu aku tersenyum. Apa ini nanti yang dinamakan berkencan? Kalau iya, aku sungguh tak sabar.

==SKIP==

“Kita mau kemana?” tanyaku pada Siwon oppa saat mobilnya berhenti diparkiran.
Siwon oppa langsung keluar tanpa menjawab pertanyaanku lalu ia membuka pintu mobil untukku. “Lihat kita dimana sekarang?” ujarnya.
Aku melihat sekelilingku. “Namsan Tower.”
Siwon oppa tersenyum lalu mengangguk. “Kajja” Ajaknya sambil mengenggam tanganku tak lupa ia pun mengunci mobilnya.
“Untuk apa kita kesini?” tanyaku polos.
Siwon oppa mengacak rambutku. “Untuk berkencan sayang.”
Mendengar itu, aku merasakan pipiku memanas. Ini adalah kencan pertamaku bersama namja.
“Kenapa diam? Apa ini kencan pertamamu juga.” Godanya.
“Aniyo.” Elakku cepat membuatnya merangkul lenganku dengan mesra.
“Sudah delapan bulan menikah kita sama sekali belum pernah berkencan berdua. Jadi, hari ini secara special aku mengajak istriku berkencan.”
Aku tersenyum mendengarnya lalu mengecup pipinya lembut. “Gomawo” ucapku yang sukses membuatnya menghentikan langkahnya.
Aku bisa melihat senyum ketulusan darinya. “Cheonma, chagi.”

Hari ini kami menikmati kencan kami dengan rasa bahagia. Kami berbagi cerita, makan ice cream bersama, bercanda gurau layaknya pasangan lainnya hingga pada akhirnya Siwon oppa mengajakku ketempat ribuan gembok yang menempel dipagar.
“Setauku disini tempatnya?” gumamnya.
“Apanya?” tanyaku.
“Gembokku dan Stella dulu.” Jawabnya santai.
Mendengar itu kenapa hatiku sakit? Kenapa kau mengacaukan kencan pertamaku seperti ini Choi Siwon? Bukankah kau bilang kau hanya menyukaiku?”
“Ini dia.” Ujarnya riang. Aku menoleh pandanganku kearah lain. Aku tidak ingin melihat apapun yang dilakukannya.
“Ini.” Ujarnya menyodorkan sesuatu padaku.  Aku menoleh melihatnya, sebuah gembok biasa dengan kuncinya.
“Ini gembokku bersama Stella dulu.  Aku ingin kau membuangnya dan aku akan menggantikannya dengan gembok dan yeoja yang baru.”
Aku tersenyum lalu menyambut gembok biasa. “Ini untuk apa?”
“Buanglah.” Suruhnya. “Bila perlu lempar jauh-jauh karena aku sudah ada gembok yang baru.” Ia pun menunjukkan gembok berbentuk hati dan berwarna pink.
‘Aigoo, apa ini kejutan darinya? Jadi tujuan ia mengajakku kesini karena ini’ batinku
“Lemparlah?” ujarnya.
Aku menggeleng lalu berjalan kearah kotak sampah tak lupa aku melepaskan kunci itu dengan gemboknya lalu membuangnya begitu saja.
Aku kembali ketempatnya yang disambut senyuman darinya. “Kajja, kita gembok bersama.”ajaknya.
Aku mengangguk lalu mengaitkan gembok itu kepagar yang sudah diisi gembok lainnya.
“Ini, kuncinya.” Siwon oppa menyodorkan kunci kecilnya. Aku menyambutnya lalu aku melempaskan kalungku dan membuat kunci itu sebagai liontin kedua setelah cincin pernikahanku. “Bukankah ini sangat bagus?”
Siwon oppa mengangguk lalu mengecup dahiku pelan. “Saranghae.” Ucapnya.
Mendengar itu pipiku merasa panas. Aku malu. “Nado Saranghae.” Jawabku.
Tanpa diberi aba-aba Siwon oppa memelukku erat.

“Besok malam dandanlah yang cantik.”
“Untuk apa?”
“Kita akan makan malam.”
Aku mengangguk didalam pelukannya. “Ne.”

“Ya. Kenapa kau mengajak kami kebutik?” Tanya Donghae.
Aku mengeluarkan cengiranku. “Aku ingin membeli gaun.” Jawabku.
“Mwo? Untuk apa?” kali ini Kyuhyun yang bersuara.
“Hanya untuk koleksi saja.”
“Jangan bilang kau akan berkencan.” Tebak Donghae. Seketika pipiku memerah.
“Aniyo. Aku hanya ingin membelinya saja.”
“Kalau kau ingin berkencan, Kenapa tidak memakai gaun saat prom night kemarin?” ujar Minho.
Aku tampak berpikir lalu menggeleng. “Gaun itu terlalu biasa.” Jawabku.
“Kau mau berkencankan? Ayo jujur saja.” Kyuhyun dan Donghae memojokku.
“Aniyo.Aniyo.” Elakku cepat lalu memilih gaun-gaun untuk mengalihkan perhatian mereka.
“Ini bagus untukmu.” Minho mengambil sebuah dress berwarna merah dengan pita bunga berwarna hitam dipundaknya.  Aku tersenyum lalu meraihnya. “Akan kucoba.”
“Otte?” tanyaku saat keluar dari ruang fitting sambil memutarkan badanku.
“Omo, yeppeoda.” Ujar ketiganya dengan wajah kagum.
Aku tersenyum malu lalu menghampiri Kyuhyun yang sedang memegang highheels. Akupun memakainya. Baru saja selesai memakai Minho menarikku lalu mengajakku berdansa. Aku terkekeh, aigoo mereka berlebihan sekali.

Author POV.

Seorang yeoja cantik masuk kedalam sebuah restoran mewah. Kakinya yang jenjang dihiasi dengan highheels yang indah. Bentuk tubuh rampingnya membuat pakaian yang dikenakannya terkesan seksi, bibirnya yang tipis diolesi dengan lipstick berwarna lembut. Semua orang didalam restoran itu menatapnya kagum tanpa menyadari bahwa yeoja itu masih berumur  delapan belas tahun. Ya, Dia Im Yoona tepatnya Choi Yoona. Istri dari pengusaha muda dan tampan, Choi Siwon.
Yoona mengecup pipi suaminya yang sedang memesan makanan. “Mianhee, aku telat.”
Siwon menoleh untuk menatap istrinya tanpa mengerjapkan mata. ‘Omo, Yeppeoda.’ Batin Siwon.
Yoona mengibaskan tangannya didepan wajah Siwon. “Oppa.”
“Oh. Gwenchana.” jawabnya tersadar.
Yoona terkekeh. “Apa malam ini aku sangat cantik hingga membuatmu terpesona seperti itu?” godanya.
Siwon mengangguk lemah lalu memperhatikan istrinya sampai kebawah. “Ya. Kenapa kau memakai gaun yang sempit sekali. Bagaimana kalau ada yang menggodamu?” ujar Siwon kesal lalu berdiri menutupi tubuh istrinya dengan jasnya.
Yoona terkekeh dengan sikap suaminya. “Gwencana oppa.”
“Aiish, kenapa kau melihat istriku seperti itu?” amuk Siwon pada waitress yang sedari tadi melihat Yoona.
“Jeosonghamnida.” Jawab waitress itu.
“Ya sudah aku hanya memesan itu. Aku yakin istriku juga menyukainya.” Suruh Siwon.
“Saya permisi dulu, Tuan-Nyonya.”
“Ne.” Jawab Yoona lembut.
Siwon melirik istrinya yang duduk disebrangnya.
“Wae? Apa ada yang aneh?” Tanya Yoona melihat kearah tubuhnya.
Siwon menggeleng. “Kau cantik malam ini.”
Yoona tersenyum malu. “Gomawo.”
“Tapi lain kali pakailah pakaian yang tidak memperlihat lekuk tubuhmu. Ingat, kau sudah bersuami dan hanya aku yang boleh melihatnya.” Ujar Siwon tersenyum evil dan sukses mendapatkan jitakan dikepalanya. “Jangan berpikiran yadong.”
Siwon mengeluarkan cengirannya lalu memegang tangan Yoona. “Saranghae.” Ucapnya. “Neomo, Neomo, Saranghae.”
Yoona tersenyum malu atas perlakuan suaminya itu. “Nado Saranghae, Oppa”

~~~~

Hari ini secara spesial Minho mengajak Yoona jalan-jalan tanpa Kyuhyun dan Donghae.
“Kita mau kemana?” Tanya Yoona saat tangannya digenggam oleh Minho.
Minho tampak berpikir. “Anggap saja kali ini kita sedang berkencan.” Jawab Minho riang.
Yoona diam tak bergeming.
“Waeyo?” Tanya Minho yang merasa aneh dengan sikap Yoona.
Yoona berusaha tersenyum lalu menggeleng. “Kajja, hari ini kita habiskan waktu berdua saja.”
Minho tersenyum lalu mengangguk dan menarik lengan Yoona.

Yoona dan Minho berjalan menelusuri kota Seoul yang indah dimalam hari.  Minho mengenggam tangan Yoona erat, seperti tidak ingin ditinggalkan oleh yeoja itu. Yoona yang melihat sikap Minho yang romantic hari itu hanya tersenyum cagung. Entah kenapa jantungnya kembali berdebar seperti dulu.
“Kau mau boneka?” Tanya Minho yang tiba-tiba berhenti disebuah Shop.
Yoona melihat ke arah shop tersebut yang memajang sebuah Boneka Rilakkuma yang besar lalu ia mengangguk dan itu membuat Minho tersenyum senang. “Palli, aku akan membelikannya untukmu.”
Yoona tersenyum. “Gomawo.” Ucapnya saat Minho menariknya untuk masuk kedalam Shop.
“Noona, aku ingin boneka yang besar itu.” Ujar Minho pada pelayan Shop tersebut.
Pelayan itu tersenyum lalu mengambil boneka itu. “Apa boneka ini untuk kekasihmu ini?” godanya sambil menyodorkan boneka tersebut.
Minho mengangguk sambil tersenyum sontak membuat wajah Yoona memerah. “Ne.” Jawabnya menyambut boneka itu dan memberikannya pada Yoona lalu mengeluarkan uang dari dompetnya. “Ini.”
“Ghamsamnida.” Ucap pelayan itu.
“Cheonma noona/eonni.” Jawab Minho dan Yoona serentak lalu keluar Shop.
Minho dan Yoona kembali menelusuri jalanan ditemani boneka besar dipelukan Yoona.
“Bukankah ini berlebihan?” Tanya Yoona saat mereka diperjalanan.
Minho menggeleng. “Bukankah salah satu tujuan orang berkencan adalah membahagiakan pasangan kencannya.”
Yoona mengangguk malu. “Tapi…”
“Apa hari ini kau bahagia, rusa?” potong Minho.
Yoona kembali mengangguk. “Ne. Aku sangat bahagia bisa jalan berdua bersamamu tanpa gangguan dari Kyuhyun dan Donghae. Meskipun ini bukan kencan pertamaku tapi aku sangat bahagia.” Jawab Yoona riang.
Minho menghela nafas lalu menghentikan langkahnya karena mereka sudah sampai didepan rumah Yoona. “Hmm. Sayang sekali, padahal aku ingin jadi orang pertama yang berkencan denganmu.” Sesal Minho yang mengeluarkan aegyonya.
Yoona terkekeh melihat wajah Minho yang memang jarang ditunjukkannya. “Tapi kau adalah orang pertama yang memberiku boneka kesukaanku sebesar ini.”
Minho tersenyum senang. “Jinjja?”
Yoona mengangguk. “Tentu saja. Gomawo untuk hari ini.”
Minho mengangguk. “Apapun aku lakukan untukmu.”
Yoona tersenyum lalu masuk kedalam pagar rumahnya dan melambaikan tangannya. “Good Night, My Flame.”
Minho membalas lambaian itu. “Good Night, My Deer. Saranghae.” Ujar Minho membuat Love Sign diatas kepalanya dan membuat Yoona terkekeh. “Nado.” Balas Yoona.
“Masuklah.” Suruh Minho.
Yoona mengangguk riang lalu masuk kedalam rumah.

Siwon POV.

“Tentu saja. Gomawo untuk hari ini.”
Aku mendengar suara Yoona diluar. Sepertinya dia sudah pulang. Akupun berjalan kearah Pintu dan mengintipnya dari jendela.
“Good Night, My Flame.”  Yoona melambaikan tangannya
Minho membalas lambaian itu. “Good Night, My Deer. Saranghae.” Ujar Minho membuat Love Sign diatas kepalanya. Mwo? Apa maksudnya mengucapkan itu, apa mereka mempunyai hubungan. “Nado.” Balas Yoona.
Ya. Yeoja itu kenapa membalasnya. Aiish, apa dia lupa kalau dia sudah bersuami.
“Masuklah.” Suruh Minho.
Akupun berlari menuju ruang TV sebelum Yoona masuk kedalam rumah.

“Aku pulang.” Teriak Yoona.
Aku hanya diam dan pura-pura mengganti channel TV. TIba-tiba Yoona mengecup pipiku. “Aku pulang, oppa.”
“Hmm.” Jawabku seadanya.
“Aih, bukannya menyambutku dengan riang.” Gerutu Yoona lalu duduk disebelahku.
Aku menoleh kearahnya yang sedang memeluk Boneka besar. “Siapa yang memberi itu?” tanyaku dingin yang kembali menatap TV.
“Minho.” Jawabnya Singkat.
Aiish, yeoja ini. Apa dia tidak tahu kalau suaminya ini cemburu?  Batinku

“Memang kalian darimana saja.”

“Hmm. Kami tadi pergi ke Lotter World lalu ke kedai Ice Cream setelah itu kami berjalan menelusuri Seoul berdua dan membeli boneka ini.” Jawabnya santai.
Aku menghela nafasku. Apa dia benar-benar tidak tau kalau suaminya ini sedang cemburu?
“Tepatnya hari ini kami sedang berkencan.” Sambungnya membuatku bergelonjak kaget. “Mwo? Berkencan.”
Yoona mengangguk santai. “Ne. Berkencan.”
“Ya. Nyonya Choi, Apa kau lupa kalau kau sudah bersuami? Kalau kau berkencan dengan namja lain berarti kau sedang berselingkuh.” Ujarku Murka.
“Jinjja?” tanyanya kaget dan dibalas anggukan olehku. “Hmm. Begitu yah.” Sambungnya datar.
Aku membelalakkan mataku. “Ya. Kau tidak tahu kalau suamimu ini cemburu.” Teriakku. Yoona menggeleng. “Aiish, istri macam apa kau ini.” Aku mengerucutkan bibirku lalu kembali menoleh kearah TV.

Yoona memainkan daguku. “Bukankah dibelakangku oppa juga pernah melakukannya?” godanya.
Aku tidak mengubrisnya dan hanya focus pada TV.
“Bahkan oppa juga pernah makan malam dengan yeoja lain?” Yoona masih menggodaku. Ya, dia benar. Tapi itu dulu sebelum akhirnya aku menyadari perasaanku.
“Aiish, jangan mengungkit masa lalu.” Jawabku kikuk.
Yoona tertawa senang. “Lihat, dia salah tingkah.” Ujarnya berbicara pada boneka itu.
Aku melihat boneka itu. Boneka beruang coklat yang sangat besar, aku yakin Minho itu anak orang kaya. Karena anak ABG namja belum tentu ingin menghabiskan uang yang banyak hanya untuk membelikan boneka pada Yeoja terkecuali namja itu memang mencintai yeoja itu. Chakkaman, mencintai? Apa Minho mencintai Yoona.
“Waeyo?” Tanya Yoona.
Aku menggeleng. “Anio. Jadi mau kau taruh mana boneka itu?”
“Kamarku.”
“Ya. Kau lupa kalau tidur bersama suamimu.”
Yoona mengeluarkan cengirannya. “Heehehe. Aku akan menaruh Yoomin dikamarku yang sebelumnya?”
“Nugu? Yoomin?” tanyaku kaget. Entah sudah berapa kali aku kaget karna ulah yeoja ini.
“Ne. Yoomin. Yoo dari Yoona dan Min dari Minho.” Jawabnya sambil mengelus boneka itu.
Aku menghela nafas. Bahkan saat aku memberinya gaun tidak sampai diberi nama seperti itu.
“Aku mandi dulu oppa.” Ujarnya beranjak walaupun sebelumnya ia mengecup pipiku.

~~TBC~~

TBC nya tepat kan :D
Oke, mau umumin seperti diatas kalo ini FF mungkin hanya sampai Chpater 4/5 T.T
Meski begitu, aku akan buatin FF baru lagi yg berchapter juga kok!

So, dadah kkk~
Sampai Jumpa di FF terbaruku~ ;)

49 thoughts on “[FF] I Love You, Ahjussi (Chapter 2)

  1. part ini bkin senyum senyum sendiri kekeke, siwon lucu bngt cemburu, yoona polos atau emang bgitu yah thor? terang terangan blng habis kencan ma minho hihiihi, next partnya ditnggu :)

  2. ahhh yoonwon so sweet bget.

    haha yoona polos banget smpe gak tau siwon cemburu begitu.

    ahh suka deh sama ini ff.
    chap selanjutnya jangan lama2 yahh!!! ditunggu~

  3. Ceritanya makin seru ,
    Yoonwon momentnya romantis deh hehe
    Wah siwon oppa mulai cemburu nih sama yoona eonninya kok polos banget sih kkkk
    Lanjut ^^

  4. haha emang ada ya gaun dikasi julukan gt..gaun yoonwon mungkin xixixi..
    btw yoona kok sm minho??pake acara saranghae sgala pula??
    hmm ditunggu aja deh part selanjutnya..
    makasi..

  5. aku juga mau rilakkumanya :D
    wahhh keren thor.. asli.wlopun ak blm bca yg part 1 krna blm smpet.tpi ak ud lngang dpt feelnya pas bca di prt 2 ini.keren. :)

  6. yoongie polos amat ampe gak tau kalo suaminya lagi cemburu…hahaha
    lucu liat wonppa cemburu tapi yoongie malah nyuekin..wkwkwk
    ditunggu kelanjutannya segera :D

  7. Lucuuuu…..(*)´¨) 
    ¸.•´. ¸.•*¨) ¸.•*¨)
    (¸¸.•´(¸.•. =)) ĥǻĥǻĥǻĥǻ =)) ː̗̀☀̤̣̈̇ː̖́‎​​ .. Lanjut chingu,,,

  8. yuhuuu i’m back eonni….
    Sneng ama chapter ini yoonwon mesra bngetz…apalagi stiap yoongi pulang dia slalu mencium pipi nya wonppa….apalgi wonppa udah nyatain perasaan nya ma yoongie…..

    Yoongie polos amat sich masa suami cmburu ajha kgx ngerti…..
    Oh ya kta nya cma mw 4 ato 5 chapter yaa….truz abiz thu ada ff bru….genre nya marriage life yaaa please please….
    Ok cukup ya komen ku…Q mw baca part 3….

  9. Polosny yoona,udah tau siwon cemburu tp ttep aja dia ceritain kencanny bersama minho,bikin ketawa sendiri ngebayangin siwon cemburu..lanjut next part..

  10. ya ampun…lucu bnget sich kuda ku ma rusa ku… :)
    kok eomma gk bilang klau udach minikah sich…??masih malu ne…??
    ya udach nnti aku yg bilang dech ke orang” #plook ._.

    aduh…eon itu tbc nya gk tepat….krna masih kurang panjang wkwkwkwkw

  11. keren eonn :)
    tapi bingung juga sih sama perasaanya minho ke yoona dan yoona ke minho :/ next part banyakin yw moment yaa eonn :)

  12. Sebenarnya yg disukai Yoona itu Siwon atau Minho? Aku juga mau tanya,Minho disini Minho yg mana yah? :-D , kalau dilihat diatas yg cast kan Lee Minho,brarti bukan Choi Minho SHINee?
    Sebelumnya kan Yoona kencan ama Siwon,tapi setelah itu kenapa ama Minho juga,bukankah itu selingkuh yah :-(
    Aku juga masih bingung sebenarnya Minho itu tahu gak sih kalau YoonWon udah nikah? Baca next chapter :)

  13. jd kyu, hae n minho belum tw status yoona n siwon?? hahahaha, sempat gk ngeh sama statusny yoona sbg siswa SMA, siwon hrus benar2 extra sabar ngadepin yoona

  14. Hahahaa.. Ngakak pas baca bagian yoong eonni yang tidak peka :D
    waduhh.. Wonppa harus ekstra siaga nih, sepertinya minho oppa sudah menyiapkan ancang-ancang utk merebut yoong eonni..
    Kerennn…
    Nice ff :)

  15. Yoonwon romantic banGettttttt
    Hahahaha bang kuda cemburu #nunjuk_wonpa

    Wonpa gk usah cembru yoona eonni hanya mencintai oppa seorng dan hanya aakn jdi milk oppa

  16. Chapter ini seru ceritanya..apalagi baca dan ngebayangin siwon yg lg cemburu melihat kebersamaan yoona-minho..jd tambah penasaran ƞȋ̝̊♓ dgn akhir ceritanya..mudah2an cpt dipublish chapter slnjutnya…

  17. Aigo yoong eonie knpa drimu begitu polos ?? ngakak banget bacanya :D
    Poor wonppa sabar ya wonppa itu resiko nikah sama anak SMA -_- :D
    Next please..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s